webroot-loginn.com

5 Risiko Berhubungan Seks Pada Usia Dini

5 Risiko Berhubungan Seks Pada Usia Dini

Berhubungan seks pada usia dini atau belum cukup umur dapat membahayakan kesehatan. Hubungan seksual dini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan yang berbahaya, seperti penyakit menular seksual, kanker serviks, dan komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi ibu dan bayinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendidik anak tentang seks sejak usia dini.

Risiko Berhubungan Seks Pada Usia Dini

5 Risiko Berhubungan Seks Pada Usia Dini

Dari segi kesehatan, tidak disarankan untuk mulai berhubungan seks sejak dini. Pasalnya, perilaku ini diyakini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang berbahaya, seperti penyakit menular seksual hingga kanker serviks. Dengan tidak adanya metode yang aman dan tepat, anak-anak yang mulai berhubungan seks sejak masa remaja juga lebih mungkin menderita penyakit mental, seperti depresi di masa dewasa. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari semua pihak untuk membendung perilaku tersebut.

Dari segi medis, perilaku seksual sejak dini dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi kaum muda, khususnya remaja perempuan.Berikut ini adalah beberapa dampak merugikan yang mungkin terjadi pada remaja yang berusaha melakukan hubungan seks sesegera mungkin. .

1. Kemungkinan Lebih Tinggi Untuk Melakukan Hubungan Seks Berisiko Tinggi

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa, karena berbagai faktor, memulai perilaku seksual sejak dini berkaitan erat dengan peningkatan kemungkinan perilaku seksual berisiko tinggi. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Potensi untuk memiliki banyak pasangan seksual sebelum dewasa
  • Kurang atau tidaknya pengetahuan yang cukup tentang penggunaan kondom selama hubungan seksual.

Selain itu, remaja cenderung kurang memahami konsep konsekuensi perilaku. Karena pada masa remaja, korteks prefrontal otak berperan penting dalam kemampuan bernalar. Memikirkan dan menimbang baik dan buruk suatu tindakan, belum terbentuk sepenuhnya, sampai seseorang memasuki usia paruh baya di usia 20-an, bagian otak ini bahkan belum terbentuk sepenuhnya. Akibatnya, remaja lebih sembrono dan berani dibanding orang dewasa, termasuk membuat keputusan terkait seks.

2. Lebih Mungkin Menderita Penyakit Menular Seksual

Kemampuan mengambil keputusan yang belum sepenuhnya matang juga menempatkan remaja pada risiko lebih tinggi terserang penyakit menular seksual. Faktanya, orang berusia 15-24 tahun merupakan kelompok usia tertua untuk infeksi menular seksual. Contoh penyakit menular seksual antara lain klamidia, herpes genital, sifilis, yang juga dikenal dengan sebutan Raja Singa, kencing nanah, dan HIV.

3. Risiko Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim Jadi Meningkat

kanker serviks atau kanker serviks Kanker serviks atau kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita wanita Indonesia. Kanker ini dapat disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang dapat menyebar melalui hubungan seksual. Ada beberapa hal yang meningkatkan risiko penyakit ini pada wanita. Salah satunya adalah Berhubungan Seks pada usia dini Wanita yang pertama kali berhubungan seks sebelum usia 16 tahun memiliki risiko yang sangat tinggi terkena kanker serviks, yaitu 1,6 hingga 58 kali lebih tinggi. Saat pertama kali berhubungan seks, risiko terkena kanker serviks akan semakin tinggi di kemudian hari.

4. Berisiko Lebih Tinggi Hamil Di luar Keinginan

Kehamilan remaja usia sekolah yang tidak direncanakan pasti akan menghambat masa depan mereka. Namun, ini berisiko tinggi bagi anak-anak yang telah menjalin hubungan dekat sejak masa kanak-kanak. Menurut hasil Survei Kesehatan Demografi Indonesia (SDKI), Data tahun 2012 menunjukkan bahwa remaja Indonesia belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi.Hanya 35,3% perempuan dan 31,2% laki-laki usia 15-19 tahun yang mengetahui bahwa walaupun hanya melakukan satu kali kegiatan, perempuan bisa hamil. . Tingkat remaja yang aktif secara seksual tetap tinggi.

5. Remaja yang hamil berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi

Setelah remaja yang hamil setelah menikah dengan pasangannya, efek negatif dari keintiman dini tidak akan berhenti, karena remaja putri memiliki risiko kehamilan yang lebih tinggi dan dapat mengalami komplikasi atau penyakit pada kesehatan ibu dan anak. Bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Selain itu, dalam proses persalinan, remaja juga lebih berisiko mengalami perdarahan yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kematian ibu dan bayi. Risiko perdarahan parah bahkan kematian ibu juga muncul apabila janin yang ada di dalam kandungan berusaha digugurkan atau diaborsi dengan cara-cara ilegal yang tidak aman atau sesuai dengan ketentuan hukum maupun medis.

Itulah risiko berhubungan seks pada usia dini. Sebelum berpikiran untuk melakukan hubungan seks, Anda perlu mengetahui risiko yang akan dialaminya agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Apabila ingin melakukan hubungan seksual pada usia dini, sebaiknya melakukan pernikahan dahulu dengan pasangan Anda. Jika ingin menunda kehamilan, Anda dapat menggunakan kondom dan dapat mempelajari cara berhubungan seksual yang baik dan benar. Anda dapat mempelajari hal tersebut di artikel https://kondomsutra.net . Artikel tersebut akan mengajarkan hal-hal yang berhubungan tentang seks.